Jumat, 31 Januari 2014

Tradisi Imlek

Etnis Thionghoa memiliki perayaan unik yang disebut Tahun Baru Imlek atau Sin Tjia setiap tahunnya. Meskipun tak semua merayakan, tapi pada bulan jatuhnya Imlek, pasti terasa banget kekentalan nuansanya, terutama saat berkunjung ke tempat-tempat hiburan. Nggak cuma perayaannya saja yang meriah, tradisi penting ini juga memiliki banyak makna, lho. Berikut ini di antaranya. 

Bersih-Bersih Rumah
Tepat sehari sebelum perayaan, pasti ada tradisi yang namanya menyapu rumah. Kebiasaan ini dilakukan sebagai simbol membuang kesialan dan membuka ruang keberuntungan. Sedangkan tepat di hari perayaan, pantang banget untuk menyapu rumah. Soalnya menurut kepercayaan, hal itu akan membuang keberuntungan di tahun itu.

Wajib Merah
Saat Imlek, mulai dari pakaian, dekorasi dan angpao pasti tak lepas dari nuansa merah. Menurut kebudayaan Thionghoa, merah melambangkan sesuatu yang kuat, sejahtera dan membawa hoki. Makanya, Imlek identik dengan merah karena ingin menyimbolkan semangat dan nasib baik.

Bagi-bagi Angpao
Makna bagi-bagi angpao adalah transfer kesejahteraan dan energi. Jadi seseorang yang sudah berkeluarga harus memberikan rezeki tersebut ke anak-anak dan orang tuanya. Begitu pula orang yang mampu harus mentransfer rezeki ke yang orang tidak mampu. 

Pagelaran Liong dan Barongsai
Pagelaran ini wajib ada setiap perayaan imlek. Soalnya, dalam kepercayaan orang Cina, Liong (naga) dan Barongsai merupakan lambang kebahagiaan dan kesenangan. Tarian naga dan singa ini dipercaya merupakan pertunjukan yang dapat membawa keberuntungan.

Hidangan Keberuntungan
Makanan bertemakan keberuntungan pasti ada dalam perayaan imlek. Setiap makanan pun memiliki simbol tertentu, misalnya hidangan ayam utuh yang melambangkan keutuhan keluarga, mie panjang yang melambangkan umur panjang (cara memakannya tidak boleh dipotong), hidangan kerang melambangkan kekayaan (karena bentuknya mirip koin dan menghasilkan mutiara). Mauito – Foto: Istimewa


Jumat, 17 Januari 2014


brownies keju~

Bahan 1
2 butir kuning telur
2 butir telur utuh
100 gram gula pasir
1/2 sdt esens vanilla
1/2 sdt garam

Bahan 2 – aduk rata
75 gram tepung terigu protein sedang
25 gram susu bubuk
20 gram maizena
1/2 sdt baking powder

Bahan 3 - lelehkan
25 gram butter
85 ml minyak sayur

Bahan 4
50 gram keju cheddar, potong dadu (taburi terigu 1 sdm supaya kejunya tidak tenggelam di adonan)

Cara membuatnya :
Panaskan kukusan. Olesi alas loyang 30x10x4 cm dengan minyak atau butter lalu pasang kertas roti dan oles lagi. Dinding loyang tidak perlu dioles.
Kocok Bahan 1 (kecuali garam) hingga kental berjejak, tambahkan garam, kocok lagi sebentar.
Ayakkan Bahan2 ke Bahan 1.
Taburkan Bahan 4, lalu aduk rata. (Keju diaduk bersama bahan kering supaya tidak mudah tenggelam. Pastikan keju terbalut tepung)
Tuangkan Bahan 3 ke adonan, aduk hingga benar-benar rata.
Tuang ke loyang lalu masukkan ke dalam kukusan yang telah berasap.
Kukus dengan api yang tidak terlalu besar selama kurang lebih 40-45 menit.
Setelah matang, oles dengan mentega kocok atau buttercream lalu  parutkan keju di atasnya.

Selamat mencoba!  :D